Powered By Blogger

follow me

11.26.2011

ANGIN......

Angin...
Sampaikan padanya...
Salam rinduku yang mendalam...
Salam dari seorang yang menganggap ia berarti...
Bukan lagi salam dari sang pungguk...
Yang merindukan bulan...

Angin...
Sampaikan padanya...
Tahukah ia hari itu?
Hari di mana semuanya bermula...
Di mana aku terbujur di temaram bintang...
Ditusuk dingin nya rindu...
Rindu yang tak pernah tersampaikan...


Angin...
Sampaikan padanya...
Ingatkah ia tentang memori yg tersemat di sanubari?
Tentang coklat?
Tentang cincin titanium?
Tentang kue tart?
Tentang boneka twetty?
Tentang kalung bintang?

Angin
Sampaikan padanya...
Mengertikah ia posisi ku?
Akulah pesakitan yang kehabisan candu...
Dan candu itu sudah berada di tangan lain...


Angin...
Katakan padanya...
Tentang usaha ku menghafal 4 juz...
Yang akan menjadikannya kekasih halal ku...

Angin...
Sampaikan padanya...
Ucapan terima kasih ku padanya...
Untuk senyuman nya...
Waktunya untuk ku...
Tatapan mata indahnya untuk ku...
Suara indahnya untuk ku...
Hati dan cintanya untuk ku...
Dan semuanya yang telah dia berikan...


Angin...
Katakan padanya...
Hingga detik ini aku masih mencintainya...
Menyayangi nya...
Dan mengharapkan nya kembali...

11.07.2011

Goresan tinta seorang pecundang

Di hadapanku sekarang hanya ada jalan lurus yang aku sendiri tak tau di mana ujungnya, panjang, berbatu, dan gelap, kira-kira begitulah bayangan tentang jalan tersebut.

Aku butuh seseorang yang dapat menuntun ku hingga ujung jalan tersebut tapi, satu-satunya orang yang ku harapkan bisa menuntun ku kini telah pergi jauh... jauh dari kehidupan ku, akankah dia akan kembali untuk menuntun ku ke ujung jalan tersebut untuk yang ke 2 kalinya...???

Jam pun terus berputar tanpa henti, matahari menggantikan bulan, begitu juga sebaliknya. Tapi langkahku semakin gontai walaupun terkadang terpikirkan olehku bahwa jalan yang ku lalui masih sangat panjang dan penuh rintangan yang banyak, letih telah merasuki tubuh ini.

Aku butuh motivasi yang dapat membuatku semangat kembali, adakah yang bisa membantuku...??? siapa pun itu aku membutuhkannya...



Yuk kita optimalkan diri..

Dikisahkan di suatu tempat di negeri cina, hidup seorang pengemis tua yang sangat sengsara dalam hidupnya. Setiap hari pekerjaannya mengemis dan hasilnya hanya cukup untuk makan dirinya bahkan sering hanya makan satu kali dalam sehari.
Seorang dokter setiap hari melewati pengemis tersebut dan sering memberi uang logam kepada pengemis tua tersebut. Sering terfikir oleh pengemis tua tersebut, alangkah enaknya orang yang hidup berkecukupan apa lagi kaya. Banyak orang yang bisa dia bantu.
Suatu saat dokter tersebut lewat dan pengemis tua nampak sedang terbaring. Dokter tersebut menghampiri pengemis tersebut. Ternyata pengemis tersebut sudah meninggal dunia..
Ada hal yang menarik perhatian  dokter, yaitu mangkuk yang digunakan oleh pengemis untuk mengemis setiap hari.. karena penasaran dokter tersebut menanyakan kepada ahli arkeologi.. alhasil ternyata mangkok tersebut sudah berumur ratusan tahun dan kalau di jual nilainya miliaran rupiah…
===
Apa yang bisa kita petik dari cerita tersebut ..mungkin kita selama ini sibuk mencari peluang di sana sini ternyata peluang ada di depan kita dan kita tidak tahu. Terus belajar adalah kuncinya…


 


11.05.2011

KAWAN

KAWAN...
Banyak sudah waktu yang telah kita habiskan bersama, tawa, canda tangis, duka, secangkir kopi hangat, dan senandung nada gitar milikmu...

KAWAN...
Masih adakah dosa yang ku tanggung darimu? mungkin dari dustaku padamu atau kepergianku saat kesulitan di hadapanmu, aku khilaf...

KAWAN...
Tak selamanya dunia indah bagi kita, akan tiba hari aku mengejar mimpi sementara, kopi hangat, gitar, dan kenakalan-kenakalan masa muda ku abaikan...

KAWAN...
Janji ku padamu pasti aku kan kembali dengan senyuman dan sejuta kisah ku, maka kita akan kembali ke secangkir kopi hangat, dan bertukar cerita, di depan perapian di bawah pajangan gitar tuamu...