Powered By Blogger

follow me

12.13.2011

Yang Lalu Biarlah Berlalu

Mengingat dan mengenang masa lalu, kemudian bersedih atas nestapa dan kegagalan di dalamnya merupakan tindakan bodoh dan konyol. Itu, sama artinya denganmemunuh semangat, memupuskan tekad dan mengubur masa depan yang belum terjadi.

Bagi orang yang berpikir, berkas-berkas masa lalu akan dikubur dalam-dalam dan tak pernah di bongkar kembali. Cukup ditutup rapat-rapat, lalu disimpan dalam "ruang" penglupaan, diikat dengan tali yang kuat dalam "penjara" pengacuhan selamanya. Atau, diletakkan di dalam ruang gelap yang tak ertembus dan tak mampu mengembalikannya lagi, sehingga keresahan tak akan sanggup mempebaikinya kembali, kegundahan tidak akan mampu merubahnya menjadi terang, dan kegalauan tidak akan dapat menghidupkannya kembali, karena ia sudah tida ada.

Jangan pernah hidup dalam mimpi buruk masa lalu, atau di bawah bayang-bayang masa silam, selamatkan diri anda dari masa lalu...!!! Apakah anda ingin mengembalikan air sungai ke hulu, matahari ke tempatnyaterbit, seorang bayi ke perut ibunya,air susu ke payudara sang ibu, dan air mata ke dalam kelopak mata..??? ingatlah, ketertarikan anda dengan masa lalu, keresahan anda atas apa yang telah terjadi padanya, keterbakaran emosi jiwa anda oleh panasnya api, dan kedekatan jiwa anda pada pintunya, adalah kondisi yang sangat naif, ironis, memprihatinkan, sekaligus menakutkan.

Membaca kembali lembaran masa lalu hanya akan memupuskan masa depan, mengendorkan semangat, dan menyia-nyiakan waktu yang sangatberharga. Dalam Al-Qur'an, setiap kali usai menerangkan kondisi suatu kaum dan apa saja yang telah mereka lakukan, Allah selalu mengatakan "itu adalah umat yang lalu". Begitulah, ketika suatu perkara habis, maka selesai pula urusannya. Dan tak ada gunanya mengurai kembali sejarah zaman dan memutar kembali roda sejarah.

Orang yang berusaha kembali ke masa lalu, adalah tak ubahnya orang yang menumbuk tepung, atau orang yang menggergaji serbuk kayu.

Kemudian, nenek moyang kita dulu, selalu mengingatkan orang yang meratapi masa lalunya demikian: "janganlah engkau mengeluarkan mayat-mayat itu dari kuburnya." Dan konon, kata orang yang mengerti bahasa binatang, sekawanan binatang sering bertanya kepada seekor keledai begini ",mengapa engkau tidak menarik gerobak?"
"Aku benci khayalan," jawab keladai.

Merupakan bencana besar, manakala kita rela mangabaikan masa depan dan justru hanya disibukkan oleh masa lalu. Itu, sama halnya dengan kita mengabaikan istana-istana yang megah dan indah dengan sibuk meratapi puing-puing yang telah lapuk. Padahal, meski seluruh manusia dan jin bersatu untuk mengembalikan semua hal yang telah berlalu, niscaya mereka tidak akan pernah mampu. Sebab, yang demikian itu sudah mustahil adanya.

Orang yang berpikiran jernih tidak akan pernah melihat dan sedikit pun menoleh ke belakang. Pasalnya, angin akan selalu berhembus ke depan, air akan mengalir ke depa, setiap kafilah akan berjalan ke depan, dan segala sesuatu bergerak maju ke depan. Maka itu janganlah pernah melawan hukum alam!!!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar